Sunat Berakhir Gagal, Bocah 2 Tahun di Italia Tewas

Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah usai menjalani prosedur sunat di sebuah pusat penampungan imigran di Italia. Saudara kembar korban juga menjalani prosedur serupa di Monterondo, namun berhasil selamat dan dirawat di rumah sakit.

Menurut laporan media lokal Italia, seorang pria 66 tahun dituntut dengan pasal pembunuhan atas kematian bocah tersebut.

Menurut keterangan grup amal kesehatan Amsi, sekitar 5.000 prosedur sunat dilakukan di Italia pada setiap tahunnya. Namun lebih dari sepertiga dari total jumlah tersebut dilakukan secara ilegal.

Grup lainnya, Arci, mengatakan bahwa insiden terjadi di sebuah pusat penampungan imigran yang bekerja sama dengan dewan lokal Monterondo. “Tragedi ini membuat kami semua tidak bisa berkata-kata,” ujar Arci di laman Facebook, seperti dilansir dari kantor berita BBC, Senin 24 Desember 2018.

Dua kakak beradik yang menjalani prosedur sunat tersebut lahir di Italia pada 2017. Ibu mereka adalah warga Nigeria yang memiliki lima anak lainnya di negara asal.

Media lokal menyebut ibu tersebut meminta prosedur sunat untuk menghormati tradisi Islam di Nigeria, meski dirinya sendiri beragama Kristen Katolik. Dalam kasus ini, Kepolisian Monterondo mempertanyakan kredensial dokter yang melakukan prosedur sunat.

Dokter yang ditangkap polisi itu diketahui sebagai warga Amerika keturunan Libya. “Ini adalah tragedi absurd,” tutur Antonino Lupi, Wali Kota Monterondo, dalam wawancara dengan media Corriere Della Sera.

Sejauh ini, prosedur sunat tidak tersedia di institusi kesehatan publik Italia. Menurut Amsi, prosedur sunat di klinik atau rumah sakit swasta di Italia dapat menghabiskan dana antara 2.000 hingga 4.000 euro (setara Rp33-66 juta).

“Karena relatif mahal, warga kurang mampu di Italia harus mencari jasa yang lebih murah namun tidak terjamin,” kata Presiden Amsi Foad Aodi.